Beranda Riau Raya

Reaksi Para Orang Tua Melihat Pengumuman Hasil PPDB di Pangkalan Kerinci, Ada Yang Ceria, Kecewa Hingga Teteskan Air Mata

543
0

Pelalawan, Rohilpost.com – Hasil Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019, telah diumumkan pagi ini, di SMPN 1 Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Jum’at (5/7/2019).

Para orang tua calon siswa murid SMPN 1 Pangkalan Kerinci begitu antusias datang untuk melihat hasil seleksi penerimaan yang dilakukan oleh sekolah beberapa hari yang lalu.

Dari pantauan rohilpost.com, para orang tua calon siswa ini, pagi-pagi sudah banyak berkumpul di halaman sekolah, dengan harapan anak mereka lolos seleksi dan diterima di SMPN 1 yang tergolong SMP pavorit di Pangkalan Kerinci ini.

Berbagai ragam raut wajah para orang tua siswa kelihatan setelah melihat di papan pengumuman hasil PPDB 2019, ada yang ceria, ada yang kecewa hingga meneteskan air mata.

Seperti Ibu Butar Butar yang beralamat di jalan Arbes sangat senang ketika melihat di papan pengumuman bahwa anaknya lolos. ” Ibu dua anak ini bercerita saya puas dan senang pak dengan kelolosan anak saya ini, karena saya saat mendaftarkan anak saya ini berjuang sampai rela berdesak desakan untuk mengambil formulir pendaftarannya, pokoknya saya sudah senanglah pak,” jelas ibu dua anak ini.

Tidak demikian dengan ibu Ester Boru Simatupang tinggal perumahan BLP Kota Kerinci dengan meneteskan air mata ibu ini menjelaskan kepada awak media bahwa anak nya tidak lolos dengan nomor pendaftaran 325,” jujur pak saya tidak mengerti tentang kebenaran zonasi ini, karena kalau peraturan zonasi ini adil kenapa anak saya tidak lolos, sementara anak tetangga saya yang bersebelahan rumah bisa lolos dengan nomor pendaftaran 265, dan ibu itu sempat bercerita kepada saya bahwa dia dalam mendaftarkan anaknya juga mengandalkan deking, jadi seperti saya yang tidak mengandalkan deking menjadi korban, jadi kalau seperti ini juga harus mengandalkan deking apa artinya peraturan zonasi ini,” terang ibu Simatupang dengan sedihnya.

“Sementara pak anak saya lebih tinggi nilainya ketimbang anak tetangga saya, jadi dimana letak keadilan dalam peraturan ini,” jelasnya dengan sedih.

Sementara wartawan media ini mencoba mengkonfirmasi pihak sekolah, beberapa guru mengarahkan kepada Kepala Sekolah dan ke Dinas Pendidikan namun sampai berita ini di naikkan kepala sekolah SMPN 1 Pangkalan Kerinci, Abu Tohir di berada di tempat dan tidak dapat dihubungi.

Penulis: Dav
Editor: Jarmain