Beranda Berita Terkini

Armen, Warga Rohil Ini Dengan Tinggi 215 Sentimeter

3419
0

rohilpost.com, Tanah Putih – Armenda Jamil biasa akrab disapa Armen masih berusia 16 tahun. Anak laki-laki dari dua bersaudara pasangan suami istri Joko Kuswoyo dan Miharni memiliki postur tubuh dengan tinggi badan 215 cm dan berat badan 125 kg yang berasal dari Desa Banjar XII Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).

Armen merupakan boleh dikatakan termasuk salah seorang manusia yang memiliki ukuran postur tubuh tertinggi dari beberapa orang manusia tertinggi yang ada di Indonesia saat ini umumnya. Seperti yang pernah kita ketahui pada berita-berita di media-media masa tentang orang-orang yang memiliki ukuran postur tubuh tertinggi atau yang disebut dengan manusia tertinggi yang ada.

Armen, Dengan memiliki postur ukuran tubuh tinggi menjulang seperti itu, yang saat ini duduk dibangku kelas 1 (satu) di salah satu sekolah SMA Negeri yang berada diwilayah Kecamatan Tanah Putih kabupaten Rokan Hilir, pasti lebih tinggi dibandingkan dari teman-teman satu sekolah dengannya.

Berasal dari kalangan keluarga sederhana di desa BanjarXII (banjar dua belas) yang lahir pada 22 Oktober 2003, dalam kesehariannya sepulang sekolah kerap ikut membantu orang tuanya yang bekerja sebagai tukang menderes (merakit getah/karet-red).

Punya tubuh amat tinggi, armen bukannya tanpa keluhan. Ia mengaku sering merasakan nyeri dipersendian tulang apabila sedikit terlalu lama berdiri. Selain itu, terlebih lagi ia kesulitan menemukan ukuran pakaian, serta alas kaki sepatu dan sandal untuk dipakai sehingga ia pun kerap terpaksa tidak memakai alas kaki, dari penuturan ibunya armen yaitu ibu Miharni sambil ngobrol santai dengan awak media rohilpost.com dirumahnya ketika menceritakan sedikit ulasan tentang keseharian armen.

Lanjut, ukuran alas kaki sendal dan sepatu bahkan ukuran pakaian yang cocok untuk dipakai anaknya ini, itu juga yang membuat orang tuanya mengalami kesulitan dalam menentukan maupun mencari alas kaki sepatu dan sandal serta pakaian yang dibutuhkan anaknya armen. Bahkan orang tuanya harus memesan dengan cara menempah secara khusus untuk dapat menemukan ukuran pakaian serta ukuran sepatu dan sandal yang bisa dipakai armen.

Dan juga, karena adanya merasa minder dan kurang percaya diri dengan postur tubuh yang menjulang, Armen tak punya mimpi muluk.

Harapan ayahanya ingin terus melanjutkan pendidikan sampai ke jenjang perkuliahan di perguruan tinggi, serta tidak lupa berdoa semoga selalu dalam keadaan sehat sehingga ia bisa beraktifitas normal dan menjadi orang sukses demi tekadnya membahagiakan orang tua dan keluarga.

Penulis: Angri
Editor: Jarmain