Rohilpost, Bagansiapiapi- Puluhan para nelayan ini mendatangi Kantor Dinas Perikanan Nelayan Rokan Hilir (Rohil), terkait adanya semacam intimidasi dari nelayan Tanjung Balai Sumatra Utara (Sumut), kepada nelayan Rohil sendiri.
Kehadiran para nelayan ini ke kantor dinas perikanan tersebut menceritakan terkait adanya intimidasi nelayan Tanjung Balai kepada nelayan Rohil.
Wakil Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Hermanto mengatakan, saat ini para nelayan Rohil resah adanya intimidasi, makanya kami mendatangi kantor perikanan untuk minta perlindungan.
Sebut Hermanto, tidak itu, bahkan nelayan tanjung balai telah merampas hasil laut Rohil. Mengunakan kapal tank yang berukuran besekitar 30 hingga 50 GT itu merampas hasil kerang nelayan Rohil.
Lanjut Hermanto yang juga sebagai Sekretaris PWI Rohil ini, aneh, masa pengawasan SDKP Bagansiapiapi sendiri ini tidak memiliki kapal pengawas, kalau begitu untuk apa ada kantor perwakilan pusat pengawasan SDKP disini dan UPT Wilayah 3 Rohil-Dumai, kalau begitu angkat kaki aja dari Rohil ini.
Dari provinsi aja berkantor aja di Rohil. Namun, tak habis pikir apa yang di singgung Hermanto, kalau masalah batas wilayah nelayan ini tidak ada. Kami hadir di sini minta keseriusan. Kalau masalah surat menyurat kami akan membuat surat resmi.
“Aneh, Jagan salah kan masyarakat kalau mereka melakukan berundal. Tolong kami, kepada SDKP bilang lah pada dirjen perikanan sampai kan apa yang telah terjadi pada nelayan orang,”Ucapnya.
Beber Hermanto, kemarin kami sudah ke Polairud, setelah itu kami datangi SDKP mereka bilang tidak ada kapal pengawas. Dan hari ini kita datangi dinas perikanan. Ini terpental, masing masing pihak, yang jelas nelayan kita minta perlindungan.
Jadi kami memberi masukan pada Pemda, aneh ini kantor UPT wilayah 3 provinsi Riau. Ada sebagian kapal luar mengejar, sehingga kapal Rohil yang kecil terpaksa mundur. Laporan kapal Tank, laporan ini akan di sampaikan.
Kepala Dinas Perikanan Rohil, M Amin mengatakan, kami dinas perikanan sudah melakukan fungsinya dengan baik. Kita sudah mengundang SDKP dan UPT mengendalian dan pengawasan sumber budaya kelautan dan perikanan 3 Wilayah Rohil-Dumai di Bagansiapiapi sudah kita dukung pertemuan ini.
Semua fungsinya dari provinsi dan pusat. Yang jelas kita mendukung dan kita sampaikan langsung aspirasi kepada SDKP dan UPT Provinsi, karena mereka yang berwenang.
“Kalau pihak dari provinsi inggin mengawas pinjam kapal kami, ya minyaknya isi sendiri. Kita juga berharap kepada nelayan, agar juga menjaga diri saat melaut,”ucap Amin.
Sementara itu, Staf UPT wilayah tiga Rohi Dumai di Bagansiapiapi Hermanto menyebutkan, wajib hukum untuk melindungi nelayan kita.
Bukan hanya hasil kerang, anak kerang juga habis ada jaring pun habis. Seperti nelayan Panipahan juga mengalami hal yang serupa.
Sebut Hermanto, hal ini sudah kita laporkan kepada atasan. Untuk kapal pengawas, insyallah akan kita turunkan kapal pengawas ke rohil.***Jr
#Follow News : Riau | Berita Riau | Pekanbaru | Berita Pekanbaru | Kampar | Siak | Berita Rohil | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Portal Berita Riau | Portal Berita Pekanbaru


























