
BERITA RIAU, PEKANBARU – Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan datang ke Riau pada hari Sabtu, 15 Desember 2018.
Nantinya, Presiden Jokowi akan diberi gelar adat oleh Lembaga Ada Melayu (LAM) Riau.
Gelar adat dari Lembaga Adat Melayu Riau yang akan diberikan kepada Jokowi yakni Datuk Setia Amanah Negara.
Kepastian kedatangan Jokowi ke Riau ini disampaikan Ketua Tim Kemenangan Daerah Jokowi-Ma’ruf Amin di Riau, Idris Laena.
Menurut Idris Laena, rencana kedatangan Jokowi ke Riau diundur dari sebelumnya tanggal 8 Desember menjadi tanggal 15 Desember, disebabkan kesibukan presiden dengan agendanya lain.
“Awalnya memang diagendakan pada tanggal 8 Desember, cuma ditunda jadi tanggal 15 Desember, maklumlah beliau itu kan jadwalnya sangat padat,” ujar Idris Laena kepada Tribunpekanbaru.com pada Selasa (4/12/2018).
Menurut Idris Laena, kedatangan Jokowi ke Riau nantinya selain sebagai Presiden juga sebagai Calon Presiden, sehingga ada beberapa agenda kegiatan yang akan dihadiri Presiden di Riau.
“Pertama kedatangannya sebagai kapasitasnya sebagai Presiden ada beberapa kegiatan juga ada agenda sebagai calon presiden nantinya,” ujar Idris Laena.
Agenda sebagai calon presiden sendiri menurut Idris Laena akan ada rapat kordinasi tim kemenangan daerah Riau dari 12 kabupaten dan kota.
Dalam rapat tersebut Jokowi akan berikan arahan dan deklarasi bersama untuk pemantapan pemenangan Capres nomor 01 tersebut.
“Kami akan mendengar arahan langsung dari pak Jokowi sekaligus deklarasi bersama, sesuai agendanya 15 Desember, “ujar Idris Laena.
Selain itu ada juga agenda lainnya penerimaan gelar dari Lembaga Adat Melayu Riau.
“Termasuk menerima gelar nantinya di LAM,” jelas Idris Laena.
Regu sniper atau penembak jitu dari TNI ikut dilibatkan dalam pengamanan kegiatan kunjungan Presiden Jokowi ke Riau.
Hal ini dibenarkan oleh Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI MS Fhadilah usai mengecek kesiapan pasukan pengamanan di halaman kantor Gubernur Riau, Kamis (13/12/2018).
“Secara aturan, dalam fungsi tugas kami itu harus dilakukan. Sniper itu memberikan efek deterensi dan sebagai langkah terakhir kalau memang betul-betul ada yang mengganggu,” ungkap Pangdam.
“Jadi yang mengganggu juga jangan coba-coba, yang tidak ingin mengganggu mari kita dukung supaya semuanya lancar,” tegas Mayjen TNI MS Fhadilah lagi.
Saat ditanyai soal kebiasaan Presiden yang juga senang menyapa warga di perjalanan, ini juga menjadi atensi dalam hal pengamannya.
“Tentu wajar orangtua datang ke rumahnya ingin menegur anak-anaknya, menyapa keluarganya sendiri. Intinya mari kita tata, kita siapkan, kita jalankan dengan baik. Saya juga mengimbau semua masyarakat untuk menjaga dengan baik,” ungkapnya.
Lanjut Panglima, Presiden Jokowi akan datang bersama istrinya Iriana, dan rombongan.
Sejauh ini, agenda kedatangan Presiden Jokowi di Riau yakni tanggal 14 dan 15 Desember 2018.
Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo memastikan, dari hasil pengecekan kekuatan personel dan peralatan, pasukan sudah siap untuk melakukan pengamanan menyeluruh terhadap Presiden.
“Insya Allah nanti dalam pelaksanaannya semua lancar,” ucapnya.
Kapolda juga mengajak masyarakat untuk menyambut dengan baik kedatangan Presiden di Riau.
“Mari kita sambut, Presiden ini kan orangtua kita. Kita didatangi tentu kita bahagia semua. Harapan kita semoga nanti Bapak Jokowi hadir ke sini bersama ibu Iriana bisa memberikan suasana yang baru dan semangat bagi seluruh warga Riau, khususnya Pekanbaru,” tuturnya.
Saat disinggung apakah ada daerah lain, selain Pekanbaru yang dikunjungi Presiden, Kapolda menyatakan sejauh ini agenda masih di kota bertuah saja.
“Sementara ini di Pekanbaru saja rencana. Tapi mungkin nanti ada perkembangan lebih lanjut, kita lihat dinamikanya nanti,” tandasnya.
Sumber : Tribunpekanbaru.com
#Follow News : Riau | Berita Riau | Pekanbaru | Berita Pekanbaru | Kampar | Siak | Berita Rohil | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Portal Berita Riau | Portal Berita Pekanbaru























