Beranda Riau Raya Bagan Siapiapi

Dinkes Rohil Lakukan Fogging di Sejumlah Titik untuk Tekan Kasus DBD

91
0

RohilPost.com, Bagansiapiapi – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) terus menggencarkan upaya pencegahan penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan melaksanakan kegiatan fogging di sejumlah titik wilayah Kecamatan Bangko. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah cepat dalam menekan populasi nyamuk Aedes aegypti yang menjadi penyebab utama penyakit DBD.

Kegiatan fogging dilaksanakan di beberapa kelurahan yang menjadi wilayah kerja Puskesmas Bagansiapiapi, antara lain Kelurahan Bagan Barat, Kelurahan Bagan Hulu, Kelurahan Bagan Timur, Kepenghuluan Parit Aman, Kelurahan Bagan Kota, dan Kepenghuluan Bagan Punak Pesisir. Setiap lokasi penyemprotan dilakukan berdasarkan hasil pemantauan lapangan dan laporan masyarakat yang menunjukkan adanya peningkatan kasus demam atau ditemukannya jentik nyamuk.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hilir, Ners Afrida, S.Kep., M.Kes., menjelaskan bahwa kegiatan fogging ini dilakukan secara bertahap dan melibatkan tenaga kesehatan bersama kader jumantik di setiap kelurahan.

“Fogging ini dilakukan sebagai langkah cepat untuk membunuh nyamuk dewasa di daerah yang terindikasi terdapat kasus DBD. Namun kami juga terus mengingatkan masyarakat bahwa fogging hanyalah tindakan sementara. Pencegahan yang paling efektif tetap melalui pemberantasan sarang nyamuk di rumah masing-masing,” ujar Afrida.

Selain kegiatan fogging, petugas kesehatan juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta menerapkan gerakan 3M Plus yang menjadi pedoman resmi pencegahan DBD dari Kementerian Kesehatan.

Afrida menegaskan bahwa pengendalian DBD harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya mengandalkan fogging.

Dalam rangka pengendalian kasus DBD di lingkungan masyarakat kabupaten Rokan Hilir, maka kami merekomendasikan kegiatan seperti pemberantasan sarang nyamuk (3Mplus) Menguras (membersihkan tempat penampungan air secara berkala seperti bak mandi, ember dan pot tanaman ), menutup (menutup rapat wadah penampungan air agar nyamuk tidak bisa bertelur dan berkembangbiak), mengubur (menghindari penumpukan barang bekas yang bisa menjadi tempat penampungan air)
Plus ( tambahan upaya seperti memelihara ikan pemakan jentik, memasang kawat kaca)

Membunuh nyamuk dewasa dengan fogging (pengasapan untuk membunuh nyamuk dewasa di area yang terinfeksi), larvasida (penggunaan abate untuk membunuh jentik di tempat penampungan air yang sulit untuk di kuras). Menggunakan kelambu (menggunakan kelambu saat tidur untuk mencegah gigitan nyamuk). Memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya DBD dan cara pencegahannya melalui informasi yang disampaikan melalui media sosial.

“Kami mengimbau masyarakat untuk rutin melakukan 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup wadah air agar nyamuk tidak bertelur, dan mengubur barang bekas yang dapat menampung air hujan. Plus-nya, bisa dengan memelihara ikan pemakan jentik, memasang kawat kasa, serta menggunakan kelambu saat tidur,” ujar Afrida.

Ia juga menambahkan bahwa penggunaan larvasida atau abate di tempat yang sulit dikuras dapat membantu mencegah berkembangnya jentik nyamuk, sementara edukasi kepada masyarakat terus dilakukan melalui media sosial dan kegiatan penyuluhan di tingkat RT dan RW.

“DBD bisa dicegah jika masyarakat berperan aktif. Kami dari Dinas Kesehatan bersama seluruh Puskesmas akan terus turun ke lapangan untuk memantau, memberikan edukasi, dan melakukan tindakan cepat jika ditemukan kasus,” tutup Afrida.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat semakin meningkat dalam menjaga kebersihan lingkungan serta aktif mencegah penyebaran nyamuk DBD, agar kasus dapat ditekan dan wilayah Rokan Hilir tetap dalam kondisi sehat dan aman.