rohilpost.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau menyebutkan kenaikan tagihan listrik saat pendemi covid-19 tak wajar, apakah petugas PLN tidak survei kelapangan.
Hal ini disampaikan anggota DPRD Provinsi Riau, Abu Khoiri didampingi anggota DRPD Riau, Ramos Teddy Sianturi, Selasa (9/6/2020).
Kata Abu Khoiri, sebelumnya, masyarakat mengeluhkan tagihan listrik yang membengkak. Masyarakat pun menuding PT PLN (Persero) menaikkan tarif listrik untuk menutupi stimulus listrik gratis untuk pelanggan 450 volt ampere (va) dan 900 va subsidi.
” Mungkin dengan kondisi covid-19 ini apakah petugas PLN tidak survei kelapangan, tapi prabayar pun kena juga, maupun pascabayar juga tinggi juga pembayaran,” ungkap Abu Khoiri.
Politisi partai PKB ini mempertanyakan apakah ada kenaikan tarif listrik secara nasional, atau hanya di tentunya. Kita minta kepada PLN secara seluruhnya, melihat dan menertibkan, kalau ada petugasnya bermain.
Lanjut Abu Khoiri, kemarin pihak DPRD Riau dalam hal ini Komisi IV DPRD Riau telah melakukan hearing bersama manager PLN terkait keluhan masyarakat tingginya tagihan listrik.
Senada juga diungkapkan anggota DPRD Riau, Ramos Teddy Sianturi mengatakan kemaren sudah ada rapat yang diadakan di ruang Komisi IV DPRD Riau itu dihadiri General Manager (GM) PLN Riau dan Riau Kepri.
Ucap Ramos, dalam hearing tersebut, kawan kawan komisi IV DPRD Riau meminta agar pihak PLN memberikan keringanan dalam hal pembayaran tagihan listrik.
” Pihak DPRD sudah mengupayakan agar pihak PLN agar memberikan keringanan dalam hal pembayaran tarif listrik tersebut,” ujarnya.
Penulis: JARMAIN
#Follow News : Riau | Berita Riau | Pekanbaru | Berita Pekanbaru | Kampar | Siak | Berita Rohil | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Portal Berita Riau | Portal Berita Pekanbaru


























