Beranda Berita Terkini

47 Bacalon Penghulu di Rohil Ikuti Tes Tertulis dan Wawancara

738
0

 

rohilpost.com – Sebanyak 47 Bakal Calon (Bacalon) Penghulu yang akan bertarung pada Pemilihan Penghulu (Pilpeng) tahap III tahun 2020, mengikuti tes tertulis dan wawancara yang di laksanakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Selasa (4/8/2020).

Tes wawancara dan tertulis digelar di aula Dinas Perkim tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Rohil, Drs.H.Jamiluddin, Kadis PMD Rohil, H.Yandra, S.IP, M.Si, Sekretaris Panitia Monitoring Ifradi Rusdiansyah S.STP, M.Si, Kasi Penataan dan Pengembangan Aparatur Desa Sugianto S.Ap, Tim Penguji dan para Bacalon lainnya.

Wabup Jamiludin berharap kepada para Bacalon, jika sudah ditetapkan sebagai calon untuk dapat bertarung secara sprotif, tidak saling menjatuhkan dan berkompetisi secara fair agar Pilpeng berjalan aman, lancar dan kondusif.

“Pemerintah berharap pilpeng tahap tiga ini bisa berjalan dengan lancar tanpa ada kendala apapun,” kata Wabup Rohil.

Wakil Bupati Rohil menyebutkan semua bacalon ini merupakan putra dan putri terbaik Rohil. Untuk itu ia menghimbau sekali lagi agar para bacalon mendukung penyelenggaraan Pilpeng dengan tidak melakukan black campaig.

“Saya bangga hadir pada pembukaan ini terlebih lagi semua bakal calon hadir pada tahap ini. Semoga Pilpeng tahap III berjalan lancar dan aman,” terangnya.

Sementara itu, Kadis PMD Rohil Yandra S.IP, M.Si menjelaskan tes tertulis dan wawancara dilakukan secara tertutup karena setiap bacalon diberikan materi dan pertanyaan oleh penguji berbeda-beda. “Setiap calon dipanggil satu dengan meja terpisah,” paparnya.

Yandra juga menegaskan, materi dan pertanyaan yang disampaikan oleh penguji bukan materi dan pertanyaan disiapkan oleh panitia monitoring, melainkan dari penguji.

“Soal di buat tenaga ahli dari Unri. Soal dari mereka, tidak dari panitia monitoring,” jelas Kadis PMD Rohil.

Salah satu penguji, Tito Handoko memuji apa yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Dinas PMD yang mana dalam pemilihan lokal menerapkan uji kompetensi dam assessment. Hal seperti ucap Tito harus ditiru oleh Pemda lainnya karena sangat positif dan tentunya bisa melihat kredibilitas para bacalon.

“Melalui inilah kita bisa melihat kecakapan, kemampuan secara intelektualitas, emosional dan spiritual para bacalon,” ungkap Tito ketika diwawancara usai tes didampingi Irfadi dan Sugianto. Dijelaskan Tito, saat tes tertulis, pihaknya mengajukan 50 pertanyaan, sedangkan wawancara, penguji mempertanyakan visi dan misi.

“Para bacalon sangat antusias mengikuti 2 ujian tadi meskipun dari 47 bacalon tidak semuanya menjawab pertanyaan dengan bagus dan memahami materi yang diberitakan. Selain visi dan misi, kami juga tanya soal bagaimana jika sudah terpilih menyelesaikan masalah yang ada di desa seperti komplik perbatasan dan masalah lainnya. Tentunya mereka harus faham,” terang Tito lagi.

Setidaknya ada 47 Bacalon Penghulu dari 12 Desa dan 8 Kecamatan yang mengikuti proses Tes tersebut, sementara prosesi Pilpeng itu sendiri akan dilaksanakan pada 23 September mendatang.

Penulis JARMAIN