Beranda Berita Terkini

Kapal Tank Kerang Menjamur di Perairan Rohil, Nelayan Rohil Resah, Sering Diintimidasi Nelayan Tanjung Balai Asahan Jika Bertemu Dilaut

1031
0
Rohilpostt,Bagansiapiapi- Menjamurnya Tank kerang asal tanjung balai asahan di perairan rokan hilir sangat meresahkan masyarakat nelayan rokan hilir.
Pasalnya kapal – kapal tank kerang atau yg disebut salome ini mengeruk habis kerang bulu yang muncul setahun sekali dengan menggunakan alat keruk (Tank) yang dilarang oleh pemerintah dan dengan kapal yg cukup besar,sekali melaut para pelaku mengangkat puluhan hingga ratusan ton kerang bulu. 
Sementara Nelayan rohil yang melaut dengan pompong dan melakukan penangkapan dengan alat tradisional hanya memperoleh 3 atau 4 karung sekali melaut. Selain hasil yg hanya 3 atau 4 karung tersebut nelayan rokan hilir juga mendapat ancaman ( intimidasi ) dari para pelaku jika bertemu dilaut.
Diceritakan oleh seorang nelayan yang enggan di sebutkan namanya menyebutkan, sekitar awal bulan 8 1unit speed boat patroli model pancung bermesin 40 PK milik instansi laut di rokan hilir mendatangi lokasi munculnya kerang bulu ini yang diduga melakukan pengecekan dan selang beberapa hari setelah itu barulah kapal – kapal keruk kerang atau salome ini muncul di perairan rohil dalam jumlah yg banyak dan bekerja terang-terangan sehingga Nelayan berinisial U tersebut menduga bahwa kapal – kapal tersebut berani memasuki laut rohil karena telah membayar upeti kepada aparat atau instansi terkait di Rokan hilir.
Seperti diberitakan beberapa hari yg lalu, masyarakat nelayan telah mengadukan hal tersebut kepada Instansi terkait seperti Pol Airud dan dinas perikanan, PSDKP dan UPTD namun masyarakat mendapat jawaban yg berbeda – beda dan sangat tidak memuaskan.
Hari kamis tanggal 30 Agustus 2018, seorang nelayan berinisial AC pada saat melaut menggarut kerang menemukan alat tangkap Tank milik kapal keruk kerang atau salome tersebut, alat ini di duga di tinggalkan oleh kapal keruk kerang tersebut karena di kejar oleh aparat
Pada alat tangkap ( Tank ) tersebut terdapat inisial pemiliknya yaitu ” DYT ” dan dari hasil penelusuran tim media inisial DYT tersebut merupakan DAYAT yang beralamat di tanjung balai dan merupakan pengurus keruk kerang / salome tersebut
Setelah penemuan alat tersebut media mendapat info bahwa memang benar telah ada tindakan dari petugas terhadap para melaku tersebut dan hal ini dibenarkan juga oleh seorang nelayan berinisial A. A menjelaskan tanggal 20 agustus 3 orang laki – laki bersenjata lengkap dan mengaku merupakan petugas Pol Airud mendatangi dan menyewa kapal boat miliknya untuk mengejar kapal tank kerang ( salome ) tersebut, A mnjelaskan pengejaran dilakukan pada malam hari dimana pada saat itu sekitar 40 kapal keruk kerang ( salome ) ini beraksi.***Jr